AKSI KOLABORASI PENTAHÉLIX DALAM REHABILITASI DAN PENANAMAN MANGROVE DI PULAU KAPOTA WAKATOBI, SULAWESI TENGGARA, INDONESIA PENTAHÉLIX COLLABORATION ACTION IN THE REHABILITATION AND PLANTING OF MANGROVES ON KAPOTA ISLAND, WAKATOBI, SOUTHEAST SULAWESI, INDONESIA
Isi Artikel Utama
Abstrak
Degradasi ekosistem mangrove di kawasan pesisir Indonesia dan khususnya mangrove di pantai pulau Kapota Wakatobi menuntut pendekatan restorasi yang mengintegrasikan aspek ekologis, sosial, dan edukatif secara terpadu. Kegiatan ini merupakan pengabdian masyarakat melalui rehabilitasi dan penanaman mangrove yang diselenggarakan sebagai rangkaian Kapota Maliga Festival Kabuenga Wa Sinta di Pulau Kapota, Taman Nasional Wakatobi, pada Kamis, 2 April 2026. Kegiatan melibatkan kolaborasi pentahelix: akademisi, pengelola taman nasional laut, kelompok masyarakat penggiat konservasi, mahasiswa, dan pelajar sekolah mancanegara. Metode yang digunakan adalah Participatory Action (PA) dengan tahapan asesmen tapak, pelatihan teknis, implementasi penanaman terstruktur, pertukaran edukasi lintas budaya, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan penanaman 500 bibit pada luasan 0,12 ha dengan tingkat hidup awal mencapai 95%. Kolaborasi berhasil membangun mekanisme pemantauan berbasis masyarakat, meningkatkan literasi konservasi pelajar internasional, serta memperkuat kapasitas lokal dalam pengelolaan ekosistem pesisir. Tantangan utama meliputi koordinasi logistik, variabilitas hidrometeorologi, dan kebutuhan pendanaan jangka panjang. Disimpulkan bahwa model pentahelix dalam bingkai festival budaya efektif sebagai kerangka restorasi yang berkelanjutan, partisipatif, dan edukatif. Rekomendasi mencakup pelembagaan kerjasama, integrasi ke dalam kurikulum service-learning, serta pengembangan skema pendanaan hijau
Unduhan
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Referensi
Alamshah, W., Farhaby, A. M., & Adibrata, S. (2023). Mangrove Survival Rate Analysis to Measure Rehabilitation Success in Teluk Limau Village, West Bangka Regency. Akuatik Jurnal Sumberdaya Perairan, 17(2), 96–101. https://journal.ubb.ac.id/akuatik/article/download/4584/2550
Alfiandri, A., & Irawan, B. (2023). Collaborative Governance in Mangrove Ecotourism Policy on Bintan Island Coastal Approach of Penta Helix. Jurnal Manajemen Pelayanan Publik, 7(1), 171–191. https://doi.org/10.24198/jmpp.v7i1.49066
Aswin, Damar, A., & Yulianto, G. (2021). Vegetation Conditions And The Changing Of Mangrove Ecosystem Cover In Tanakeke Island Takalar Regency South Sulawesi Province. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kelautan Tropis, 13(2), 305–318. https://doi.org/10.29244/jitkt.v13i2.33633
Beguin, I., & Correa, C. (2025). The Mangrove Breakthrough Global Mangrove Alliance. Global Mangrove Alliance and the Blue Carbon Initiative. https://www.mangrovealliance.org/news/the-mangrove-breakthrough/
BTNW. (2012, January 5). Information on Wakatobi Marine National Park. Balai Taman Nasional Laut Wakatobi, 1–12. https://www.scribd.com/doc/77196022/Wakatobi?_gl=1*ikyk8r*_gcl_au*NTg3NTU1MzM5LjE3Nzc3Nzk1MDM.
Camacho, L. D., Gevaña, D. T., & Sabino, L. L. (2020). Sustainable mangrove rehabilitation: Lessons and insights from community-based management in the Philippines and Myanmar. APN Science Bulletin, 10(1), 18–25. https://doi.org/10.30852/sb.2020.946
Fourqurean, J., Johnson, B., & Kauffman, J. B. (2014). Coastal Blue Carbon, Methods for assessing carbon stocks and emissions factors in mangroves, tidal salt marshes, and seagrass meadows (J. Howard, S. Hoyt, & K. Isensee, Eds.). Conservation International, Intergovernmental Oceanographic Commission of UNESCO, International Union for Conservation of Nature. https://www.thebluecarboninitiative.org/manual
Hutahaean, A., Crooks, S., & Lovelock, C. E. (2015). Indonesia’s blue carbon: a globally significant and vulnerable sink for seagrass and mangrove carbon. Wetland Ecology and Management, (June 2016). https://doi.org/10.1007/s11273-015-9446-y
Kusumadewi, S. D., Nadhira, S., & Purnomo, H. (2024). Pembelajaran Restorasi dan Pengelolaan Mangrove Berbasis Masyarakat. In Pembelajaran Restorasi dan Pengelolaan Mangrove Berbasis Masyarakat. Center for International Forestry Research (CIFOR). https://doi.org/10.17528/cifor-icraf/009341
McLeod, E., Chmura, G. L., Bouillon, S., Salm, R., Björk, M., Duarte, C. M., Lovelock, C. E., Schlesinger, W. H., & Silliman, B. R. (2011). A blueprint for blue carbon: Toward an improved understanding of the role of vegetated coastal habitats in sequestering CO2. Frontiers in Ecology and the Environment, 9(10), 552–560. https://doi.org/10.1890/110004
Midgley, E. (2024, October 14). What Is Blue Carbon? IAEA Office of Public Information and Communication, 1–2. https://www.iaea.org/newscenter/news/what-is-blue-carbon#:~:text=Karbon Biru mengacu pada karbon organik yang,terakumulasi dalam sedimen tempat karbon tersebut disimpan.
Nijamdeen, T. W. G. F. M., Ratsimbazafy, H. A., Kodikara, K. A. S., Ashara Nijamdeen, T. W. G. F., Thahira, T., Peruzzo, S., Dahdouh-Guebas, F., & Hugé, J. (2023). Mangrove management in Sri Lanka and stakeholder collaboration: A social network perspective. Journal of Environmental Management, 330, 117116. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2022.117116
Nuraeni, E., & Kusuma, Y. W. C. (2023). The role of community-based tourism for mangroves conservation in Banten, Indonesia. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam Dan Lingkungan, 13(4), 606–612. https://doi.org/10.29244/jpsl.13.4.606-612
Sari, T. W., Broto, A. B., Sudardja, H., & Arifin, Z. N. (2025). Inovasi Mitigasi Bencana Daerah Wisata Pulau Pari Melalui Penanaman Mangrove. Abdimas Universal, 7(2), 512–516. https://doi.org/10.36277/abdimasuniversal.v7i2.2720
Siregar, V. P., Sangadji, M. S., Agus, S. B., Sunuddin, A., Pasaribu, R. A., & Kurniawati, E. (2020). Klasifikasi Habitat Perairan Dangkal Dari Citra Multispasial Di Perairan Pulau Kapota Dan Pulau Kompoone, Kepulauan Wakatobi. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Kelautan Tropis, 12(3), 791–803. https://doi.org/10.29244/jitkt.v12i3.32013
Walangitan, H. D., & Saroinsong, F. B. (2025). Rehabilitasi Mangrove dan Perlindungan Wilayah Pesisir di Kelurahan Meras Kecamatan Bunaken Manado. Jurnal Lentera : Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat, 6(1), 27–30. https://doi.org/10.57207/frffes15